9 Cara Menghadapi Anak Remaja Yang Keras Kepala Dan Pemarah

Written by Zedan on October 13, 2020 in Agar anak cepat tinggi with no comments.

Mereka enggan berinisiatif dan kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu karena takut akan dimarahi. “Semakin banyak alternatif yang kita miliki dan semakin kita menyadari penuh apa yang kita lakukan, maka kita terhindar dari membentak anak”, tambahnya. Jelaskan kepada Si Kecil mengenai alasan tidak baik dari perkataan kasar atau kotornya tersebut.

Gangguan ini dapat muncul akibat berbagai macam faktor, yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan. Faktor biologis yang dimaksud adalah adanya abnormalitas pada fungsi otak yang mengatur emosi yaitu amigdala. Fungsi amigdala yang tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengatur emosi, dapat membuat emosi yang dirasakan seseorang menjadi tidak stabil sehingga rentan meledak-ledak. Tak hanya faktor biologis, faktor lingkungan juga memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Cara seseorang mengekspresikan emosi juga merupakan salah satu ciri kepribadian. Orangtua yang tidak dapat memberikan contoh yang baik dalam mengekspresikan rasa marah juga dapat menyebabkan anak ikut meledak-ledak karena meniru cara orangtuanya mengekspresikan kemarahan.

PIKIRAN RAKYAT – Mengasuh anak bisa menjadi sulit pada saat-saat tertentu, terutama ketika anak menolak untuk mendengarkan Anda. Untuk itu Mama harus bisa konsisten dengan apa yang diperlihatkan ke si Kecil ya. Tanpa disadari, si Kecil itu selalu melihat dan meniru segala perilaku yang Mama tunjukkan lho. Meskipun metode reward and punishment bisa cukup ampuh dalam membantu kepribadian si Kecil menjadi lebih baik.

Semuanya harus dilakukan dengan usaha, kerja keras, dan perjuangan. Mulailah dari mengubah perilaku guru yang mungkin dijadikan mannequin contoh anak sehingga menjadi keras kepala. Kemudian sama-sama lakukan perubahan dengan pendekatan yang dilakukan terus-menerus. Sebagai anak, kita tak boleh selalu menuntut hak kita saja untuk mendapatkan makanan, tempat tinggal atau pendidikan yang layak.

Mendidik anak remaja yang keras kepala dengan kekerasan akan memperumit masalah. Contoh dari kekerasan fisik misalnya memukul, menendang, atau melakukan hal yang dapat melukai seseorang. Sementara kekerasan emosional biasanya dilakukan secara verbal seperti menghina, meremehkan, atau mempermalukan orang lain di depan umum. Kekerasan yang dilakukan akan membuat remaja dengan watak keras kepala menjadi memiliki trauma bahkan perasaan dendam. Perasaan dendam akan membuat jiwa remaja semakin sulit ditaklukan.

“Bentakan akan memengaruhi area otak yang berperan dalam perkembangan atensi, memori, dan emosi anak,” jelas Vera. Bila ayah kerap memarahi atau membentak anak, maka efeknya bisa memengaruhi perkembangan psikologis anak. Dalam prosesnya, ayah perlu menahan emosi agar pertumbuhan anak optimum, termasuk dalam hal kesehatan psychological. Sementara kekerasan emosional biasanya dilakukan secara verbal. Seperti menghina, meremehkan atau mempermalukan orang lain di depan umum. Sifat remaja yang cenderung labil dan keras kepala membuat para orang tua kesulitan untuk menghadapinya.

Dengan begitu, siswa tidak akan merasa takut untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya. Nah, setelah mengetahui fakta ini, apakah Anda masih ingin membentak siswa? Hal ini dapat membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak. Jadi, saatnya mendisiplinkan anak tanpa harus membuat suara serak dan anak frustrasi.

Hal ini membuat orang tua saya, terutama bapak, sering memarahinya dan bersikap kasar kepadanya. Jika marah kepada anak-anaknya, dia sering berbuat kasar kepada mereka dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Tak jarang, saat anak melakukan sesuatu yang tidak sreg dengan hati dan keinginan orangtua, kita malah memarahi dan membentak sang anak. Apalagi jika saat itu kondisi emosi sedang tidak stabil, mudah berubah mood karena berbagai alasan. Si Kecil bukannya menghargai Anda sebagai sebagai orang tua, malah menjadi ketakutan. Walaupun belum ada penelitian yang menjelaskan lebih jauh mengenai batasan bentakan, Vera berujar, semakin sering anak dibentak, dampaknya akan semakin buruk.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Emosi negatif seperti marah punya gelombang khusus yang dipancarkan dari otak. Nah, gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Gabungan antara gelombang suara dan emosi marah akan menghasilkan gelombang ketiga dengan efek khusus. Parahnya lagi, menurut penelitian Lise Gliot dari Fakultas Kedokteran Chicago, di usia golden age (2-3 tahun), jika anak dimarahi maka bisa menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Lise membuktikannya dengan melakukan penelitian pada anaknya sendiri. Ia memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer.

Selain ini membuat anak merasa diperhatikan dan memiliki sesuatu untuk dilakukan, cara ini juga mengajarkan anak untuk tanggap terhadap lingkungan sekitar. Bisa juga dengan mengajak anak Anda bermain permainan yang mendidik. Tujuannya adalah agar anak tahu bahwa Anda tidak hanya memperhatikan mereka saat mereka melakukan kesalahan tetapi juga menyadari saat mereka melakukan hal baik. Tunjukkan bahwa Anda menyadari dan menghargai saat mereka bersikap baik, misalnya dengan memberikan pujian yang spesifik. Sebagai orang tua, kita tidak hanya harus memberikan nasihat dan peringatan, tetapi juga penting untuk mendengarkan mereka.

Comments are closed.