5 Cara Mengatasi Anak Nakal Tanpa Harus Memarahi

Written by Zedan on October 14, 2020 in Agar anak cepat tinggi with no comments.

Kewajiban yang kita miliki seperti membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah juga harus kita laksanakan nih Teens. Bagi kalian yang belum biasa membantu orang tua di rumah, segeralah coba membantunya melakukan hal-hal mudah seperti menyapu atau mencuci piring. Dengan melakukan hal-hal sederhana seprerti itu niscaya orang tua kalian akan sangat bangga memiliki anak yang sangat perhatian karena mau membantu mereka. Ketika berbicara dengan anak, orang tua harus membungkukkan badannya agar setara dengan sang anak. Pembicaraan akan menjadi tidak efektif ketika anak harus mendonggak untuk menatap orang tuanya. Oleh karena itu, saat melakukan percakapan, orang tua harus memastikan pandangan matanya dengan sang anak dapat bertemu dengan mudah.

Berbagai penelitian pun telah membuktikan bahwa memukul memberikan dampak negatif pada perkembangan anak sampai ia dewasa nanti.American Academy of Pediatricssangat menentang pemukulan pada anak. Banyak orangtua berusaha menyimpan pengalaman kekerasan fisik yang dialaminya, karena ‘luka’ emosional yang dirasakan begitu dalam. Namun memendam perasaan sakit tersebut justru akan membuat kita lebih mudah memukul anak-anak kita.

Namun ingat, Anda harus tetap tenang dan tidak menunjukkan emosi. Alihkan perhatian si kecil dengan cerita menarik si kancil atau timun mas yang bisa ia pilih. Misalnya, saat Anda menginginkan si kecil tidur dan melepaskannya dari TV, coba berikan si kecil pilihan buku cerita mana yang akan ia pilih untuk didongengkan sebelum tidur. Ambil contoh, Anda menyuruh si kecil untuk tidur saat ia sedang asyik menonton TV.

Pada dasarnya, anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri dan tidak suka diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan. Ambil contoh, Anda memaksa anak untuk berhenti main gadget dan beranjak tidur karena anak sudah terlanjur kecanduan gadget. Namun, komunikasi antara anak dan orangtua tentu harus berjalan dua arah. Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Misalnya ketika anak bermain air di dekat peralatan listrik yang tentu sangat berbahaya.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Justru, salah satu akibat yang mungkin terjadi saat anak sering dibentak adalah anak jadi tidak mau mendengar nasihat orangtua. Misalnya, bila si kecil tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya, jangan langsung membentak dan memarahi anak. Bila Anda suka menyetel musik di rumah, hal ini juga bisa memengaruhi suasana hati si kecil untuk lebih tenang dan jauh dari tantrum.

Nah, orangtua wajib tahu jika cara berkomunikasi dengan anak mempengaruhi cara anak mendengar dan menuruti kata-kata kita. Agar anak menurut, sebaiknya orangtua menghindari cara yang menggunakan bentakan atau nada suara yang meninggi. Meski susah tapi kita perlu tetap mengendalikan diri saat berkomunikasi dengan anak. Karena jika sudah mengerti, maka orang tua akan lebih mudah memilih cara yang tepat untuk mengasuh dan membimbing anaknya dengan baik. Tak jarang orang berasumsi bahwa setiap perbuatan dan tingkah laku anak merupakan cerminan dari orang tuanya.

Salah satu alasan kuat mengapa orangtua tidak bisa menahan emosi pada anaknya ketika mereka berbuat salah adalah rasa takut. Rasa takut yang dirasakan oleh orangtua bisa membuatnya sopantan untuk berteriak atau bahkan memukul anak. Sekeras apa pun sifat anak remaja, pasti punya sisi lembut yang dapat ditaklukan. Dream – Memang bukan hal mudah menjadi orang tua dan membesarkan anak-anak. Setiap hari tentu ada saja kelakuan si kecil yang kerap membuat orang tua marah hingga frustasi dan membuat mereka memiliki kebiasan berbicara dengan nada tinggi seperti berteriak dan membentak.

Sebagian Millennial Parents mungkin memiliki memori tentang bentakan dan hukuman fisik di masa kecil. Tak hanya di rumah, dulu hukuman fisik kerap menjadi cara untuk ‘mendisiplinkan’ anak-anak di sekolah. Selanjutnya pendidikan dalam bentuk pemukulan dengan tanpa melukai. Pemukulan pun dilakukan bukan pada area anggota tubuh yang dapat merusak fungsi tubuh dan sistem syaraf. Pendidikan dengan pemukulan ini diperkenankan jika cara-cara sebelumnya tidak menimbulkan efek jera bagi si anak. Pendidikan seperti ini hanya boleh dilakukan bagi anak yang akan memasuki usia akil balig, dimana dia sudah mampu untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, penulis Peaceful Parent, Happy Siblings Laura Markham mengatakan, setiap kali ingin berteriak, kendalikan pikiran. Namun dalam kondisi emosi yang tidak menentu, seseorang sering menaikkan nada bicara dan volume suaranya. Jadi, anak akan meniru hal ini pula, baik pada teman, guru, atau orang di sekitarnya.

Misalnya, jika anak bertengkar dengan saudara seperti kakak atau adiknya maka, ajak mereka terlibat dalam sebuah permainan yang melibatkan kerjasama. Sedangkan sikap tenang Bunda, akan membuat anak-anak merasa dicintai dan diterima, terlepas dari perilaku buruknya. Jika meneriaki anak-anak bukanlah hal baik, ingat juga bahwa penolakan dan penghinaan verbal dapat dianggap sebagai pelecehan emosional. Mama harus bisa membuat peraturan yang tegas untuk membatasi perilaku si Kecil, tujuannya agar si Kecil melatih sikap disiplin diri dan rasa bertanggungjawab dengan apa yang sudah dilakukannya. Saat si Kecil sudah benar-benar sulit untuk diatur dan terus bersikap nakal, sepertinya Mama harus mulai menerapkan sistem reward and punishment nih. Agar si Kecil bisa menunjukkan perilaku yang baik, Mama juga harus ikut berperan di dalam prosesnya ya.

Comments are closed.